Makanan ini dahulu adalah hidangan sakral untuk upacara adat dan persembahan para raja, menggunakan 15 jenis rempah khas bali yang melambangkan keseimbangan alam.
Lawar memiliki dua jenis utama, merah (dicampur darah mentah) dan lawar putih (tanpa darah). warna-warna ini melambangkan manifestasi dewa Hindu.
Kata "lilit" berarti melingkar, melambangkan Bali yang selalu bersatu dan tidah mudah terpecah belah. Selain menggunakan daging babi atau ayam, sate lilit juga sangat populer menggunakan daging ikan laut (lilit ulum).
Satu porsi nasi campur berisi rangkuman masakan terbaik Bali, mulai dari sate lilit, lawar, ayam betutu, hingga kulit ayam krispi. Hidangan ini memadukan rasa pedas, gurih, manis, dan sedikit asam dari bumbunrempah tradisional (base genep).
Awalnya hidangan ini bersifat sakral dan hanya disajikan sebagai persembahan (saraana upakara) dalam upacara adat besar keagamaan hindu
Porsinya yang sedikit dan dibungkus daun pisang megajarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak selalu datang dari sesuatu yang mewah. Makanan ini penyelamat yang menyatukan semua kalangan dari pekerja kasar hingga bangsawan dalam suasana santai
Berasal dari kata "serombotan" yang berarti campur-campur atau diaduk. Berbagai jenis sayuran yang disatukan menjadi satu.