Hidangan mirip ceviche atau sushi ala Kadazan-Dusun. Udang segar tidak dimasak di atas api, melainkan "dimatangkan" menggunakan air asam limau, dicampur parutan jahe, bawang merah, dan cabai
Berasal dari dialek Hakka, "Ngiu" berarti daging sapi dan "Chap" berarti campur. Semangkuk comfort food ini berisi kaldu tulang sapi pekat dengan isian lengkap seperti daging iris, urat, tendon, dan berbagai jeroan.
Mi kuning buatan tangan yang kaya akan aroma telur. Mi ini digoreng hingga bagian luarnya sedikit garing namun bagian dalamnya tetap lembut, biasanya disajikan dengan irisan daging babi panggang (char siu) dan lumpia goreng
Makanan pokok suku Bisaya dan Brunei ini terbuat dari pati sagu. Saat disiram air panas, teksturnya berubah menjadi kenyal seperti lem. Ambuyat dimakan tanpa dikunyah menggunakan sumpit bambu (candas), lalu dicelupkan ke kuah asam pedas
Sering disebut "cucur Jawa", jajanan khas suku Bajau ini berbentuk seperti topi dengan pinggiran renyah dan bagian tengah yang tebal. Terbuat dari adonan tepung beras dan gula merah, kue ini digoreng hingga menghasilkan serat renda yang cantik.
Rumpai laut yang sering disebut sea grapes (anggur laut) dan merupakan makanan tradisional suku Bajau Laut. Dimakan mentah untuk menjaga tekstur renyahnya yang meletup-letup di mulut, paling nikmat dicocol dengan sambal belacan pedas.