Sup mi kari santan ini mendapat pengaruh dari imigran Muslim Yunnan dan pedagang Tiongkok, yang dipadukan dengan teknik kari ala Thailand. Ciri khasnya adalah taburan mi telur renyah di atas kuah yang kental, menciptakan perpaduan tekstur yang unik
Sosis babi ini sangat aromatik karena paduan daun jeruk purut, serai, lengkuas, dan kunyit. Rasanya yang kaya rempah dan sedikit asam segar menjadikannya berbeda dari sosis pada umumnya.
Sambal khas wilayah Lanna ini sangat ramah bagi pecinta pedas pemula karena memakai banyak tomat yang memberikan rasa manis alami dan asam segar, diseimbangkan dengan daging babi cincang.
Kari daging babi ini kental dengan pengaruh kuliner Myanmar. Tidak menggunakan santan, kaldu kari ini mengandalkan air asam jawa, jahe, dan gula aren yang dimasak perlahan hingga dagingnya super empuk.
Camilan tradisional kerajaan (dibawa oleh Putri Dara Rasmi) ini secara harfiah berarti "makan dalam satu suapan". Anda membungkus kelapa sangrai, kacang, jahe, cabai, dan jeruk dengan daun wild betel (daun kaduk) untuk sensasi rasa yang meledak di mulut
Hidangan mi beras dengan kuah kaldu tomat, cabai kering, dan potongan balok darah ayam ini adalah makanan pokok Suku Shan. Kuahnya yang berwarna merah menyala terkenal gurih, pedas, dan biasa dimakan untuk sarapan