Nasinya berwarna biru alami yang berasal dari ekstrak rendaman kelopak bunga telang. Hidangan ini berfungsi layaknya salad nasi karena disajikan dengan aneka ulam (sayuran mentah) segar, sambal kelapa, dan saus fermentasi ikan yang disebut budu.
Nasi ini dimasak dengan campuran beras dan beras pulut (ketan) bersama santan. Tradisinya, hidangan ini merupakan sarapan pembakar energi untuk para nelayan yang melaut dan disajikan bersama gulai ikan tongkol.
Ayam tidak hanya sekadar dibakar, melainkan dipanggang sambil terus diolesi (dipercik) dengan kuah kental bersantan yang kaya rempah seperti serai dan halia (jahe). Versi Kelantan cenderung lebih gurih dan manis
Berbeda dengan laksa berkuah bening kemerahan, laksam menggunakan lembaran tepung beras yang dikukus, digulung, dan dipotong. Potongan ini disiram dengan kuah kaldu ikan rebus yang dihaluskan bersama santan, memberikan rasa creamy dan gurih.
Sajian praktis yang unik dari Kelantan di mana nasi bersama lauk-pauknya (seperti ikan, serunding, dan sambal) dipadatkan dan dibungkus menggunakan daun pisang berbentuk kerucut (menyerupai bentuk piramida mini).
Kudapan manis mewah yang konon berasal dari tradisi istana Kelantan. Makanan ini terbuat dari kuning telur yang dimasak tetes demi tetes ke dalam air gula mendidih hingga membentuk helaian benang emas yang manis.
Pencuci mulut tradisional dua lapis: lapisan hijau (pandan) di bawah dan lapisan putih (santan kental) di atas. Hidangan ini disajikan dengan guyuran siraman gula merah (air nisan) yang manis legit.