Hewan ini dinamakan "selingkuh" karena tubuhnya seperti udang namun memiliki capit seperti kepiting. Hidangan iniĀ populer di sekitar sungai baliem dan wamena.
Makanan pokok ini teruat dari batang sagu yang diolah. Papeda tidak dikunyah, melainkan diputar dengan sumpit lalu langsung di seruput. UNESCO menetapkan papeda sebagai warisan budaya tak benda.
Sagu dibentuk lempeng tipis dan dipanggang hingga kering. Rasanya cenderung tawar seperti roti kering. biasanya makanan ini dicelup kedalam kopi atau teh sebelum dimakan
Sup ini menggunakan ikan laut segar seperti ikan tongkol atau gabus dengan bumbu kunyit, kuah asam pedas inni adalah pasangan sempurna untuk papeda. Kuah ini memberi rasa gurih pada papeda yang aslinya tawar.
Memiliki tekstur yang keras, namun langsung lumer saat digigit. Kue karena menggunakan campuran cengkih, kayu manis, dan kacang kenari. Biasanya kue bagea dibungkus menggunakan daun sagu kering untuk menjaga aromanya tetap autentik.
Kuliner ekstrim ini didapatkan dari batang pohon sagu yang sudah tumbang dan membusuk. rasanya gurih, manis alami, dan memiliki tekstur kenyal serta berair saat digigit. Masyarakat lokal sering memakannya hidup- hidup sebagai obat perkasa dan sumber protein tinggi, atau memakanya seperti sate.